Di Acara Forum Perangkat Daerah, Dinas Pertanian Kab. Bateng. Kepala Disperindag Babel, Paparkan Blue Food Berbasis Hilirisasi Produk Perikanan
Pangkalpinang-Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Tahun 2027, di gelar pada Jum'at (20/2) di Kios Maritim TPI Batu Belubang, Pantai Batu Belubang, Bateng.
Dihadiri oleh seluruh dinas terkait dan lembaga serta kelompok budidaya ikan, kelompok usaha bersama dan kelompok budidaya ikan dan pemasaran, kegiatan tersebut di buka langung oleh Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda.
Mengusung tema "Akselerasi, bisnis kemitraan dan akses pasar berbasis inovasi Blue Economy, Forum FPD yang di pelopori oleh Dinas Pertanian Bangka Tengah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung Subekti Saputra menjadi narasumber dalam acara tersebut.
Dalam paparanya, Dia menjelaskan bahwa pengembangan Blue Food berbasis hilirisasi produk perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dipacu sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru dan strategi diversifikasi pasca-timah, dengan fokus pada pengolahan hasil laut yang bernilai tambah tinggi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, pengembangan Blue Food dan hilirisasi perikanan di Provinsi Bangka Belitung, yaitu kegiatan tersebut harus fokus pada hilirisasi produk perikanan.
Sebab, pengembangan hilirisasi bertujuan mengubah pola tradisional penjualan ikan segar menjadi produk olahan, sehingga meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir pantai atau nelayan.
"Olahan Hasil Laut fokus pada pengolahan produk perikanan di tingkat UMKM, seperti di Desa Batu Belubang, untuk menghasilkan olahan yang memiliki daya saing pasar. Yang mana pemanfaatan komoditas unggulan, optimalisasi hasil tambak udang vaname dan hasil tangkapan nelayan misalnya ikan kakap, kerapu, tenggiri yang menjadi produk setengah jadi atau barang jadi yang lebih baik, " Katanya.
Selain itu, strategi penguatan ekonomi biru, dimana Pemprov Babel menerapkan ekonomi biru di lima kawasan konservasi perairan di Pulau Bangka dan Belitung.
Untuk memastikan prodak olahan aman, maka akan dilakukan Pelatihan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) kepada pelaku usaha perikanan untuk memastikan standar kualitas makanan hasil perikanan.
"Pendampingan UMKM, pembuatan profil UMKM produk olahan perikanan, salah satunya di Desa Kurau, Bangka Tengah sangat diperlukan, " Tuturnya.
Selama ini, lanjut Kadis Disperindag. Ada beberapa program penunjang akses pasar olahan hasil laut yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diantaranya, melakukan pameran Dagang Nasional dan Internasional, kemudian melakukan misi dagang produk ekspor unggulan Babel, melalui penyelenggaraan business pitching dengan beberapa perwakilan negara misalnya Malaysia, Meksiko dan Thailand.
Selain itu, melakukan peningkatan citra produk, melalui branding produk, dan packaging serta Promosi, yang selama ini telah dilakukan oleh UPTD. Rumah Promosi dan Kemasan Babel. Untuk mendukung produk hasil laut, pemerintah daerah Provinsi Babel juga memfasilitasi perizinan melalui HACCP, Halal, HKI, P-IRT dan lain sebagainya, misalnya saja IKM yang telah difasilitasi HACCP yaitu UMKM Ampiang Yuk Erin.
Sementara untuk diversifkasi produk, pemerintah daerah ada program snack sehat bergizi IKM Binaan. Dimana program jajan sehat sekolah dengan produk perikanan yang akan dikolaborasikan dengan berbagai macam stakeholder seperti MBG, Bunda PAUD, Forikan, kantin sekolah.
"Kita juga ada kerjasama Program Sentra atau Desa Devisa, didukung dan bersama-sama stakeholder misalnya Bea Cukai Pangkalpinang. Selanjutnya, semua itu harus adanya kolaborasi antar stakeholder, misalnya pemerintah, akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat. Kolaborasi yang erat dari kelima elemen ini akan mempercepat terwujudnya ekonomi biru yang tangguh di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, " Ujarnya.
Oleh sebab itu, dalam paparanya dirinya berharap melalui pengembangan blue food ini, Bangka Belitung diarahkan untuk menjadi contoh "blue green island" di Indonesia, mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi perikanan dengan kelestarian yang ada di daerah pesisir.
Dirinya juga memperkenalkan, produk pengembangan UMKM bisa dilihat juga dari kemasanya, agar terlihat menarik, maka diperlukan kemasan produk olahan ikan yang menarik konsumen. Oleh karenya dirinya memperkenalkan cetak kemasan yang ada di UPTD. RPK dan mengajak para peserta Forum, khususnya para pembina UMKM dan pengusaha UMKM bisa melakukan cetak kemasan ke UPTD. RPK.
Sementara itu, Imam Soehadi, Kepala Dinas Perikanan Kab. Bangka Tengah menuturkan, bahwa kegiatan ini, sesuai dengan Peraturan Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
Selin itu, sebagai tata cara perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
"Maka, ini kami mengundang dinas hadir dalam Forum Perangkat Daerah Dinas Perikanan Tahun Anggaran 2027, untuk memberikan saran dan masukannya, " Katanya.
Dalam forum itu, Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di dampingi jajarannya membagikan bantuan kepada masyarakat pesisir pantai Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah.